
halo bapak, semoga bapak dalam keadaan baik.
di sini dinda akan sedikit menceritakan life update dinda setelah bapak pergi.
seminggu setelah hari itu, dinda balik lagi ke karawang untuk kerja, karena dinda ngga bisa cuti terlalu lama. walaupun di akhir minggunya dinda balik lagi untuk upacara ngerorasin. dinda balik sendiri, dan dekmang tetap di rumah. seminggu itu terasa sangat kosong, tapi dinda menerima banyak semangat dari manager, chief, dan teman-teman dinda di kantor. semuanya sangat pengertian, walaupun dinda sering bengong dan nangis di kantor. katanya nggak apa-apa. mereka juga pernah melaluinya duluan dinda jadi merasa ada teman.
waktu itu dinda belum bisa bawa motor sendiri, karena kan habis kecelakaan. biasanya dianter dekmang tapi karena dekmang masih di rumah jadi dinda full naik grab untuk ke kantor dan ke rumah sakit untuk fisioterapi. agak banyak keluar uangnya hehe tapi nggak apa-apa.
setelah itu dinda pulang untuk upacara ngerorasin, dinda baru tau ternyata seperti itu toh rentetan upacara ngerorasin itu, ada banyak orang bawa jajan, ada upacaranya juga di pertigaan dekat banjar. sebenarnya dinda sih nggak terlalu ngerti maksudnya, mungkin bapak juga. tapi pasti maksudnya baik, untuk bapak ataupun untuk keluarga di rumah. setelah itu dinda sama mama dan dekmang jalan-jalan ke level 21, untuk refreshing aja, karena 2 minggu belakangan ini kan cukup riweh ya acaranya. setelah itu kita beli pizza. di rumah juga ada mbok ayu, dewi, widdi, dean yang nginap. jadi rumahnya tetap rame hehe sambil makan pizza dan nonton youtube di tv.
kemudian tentu saja dinda balik lagi ke karawang, tapi balik yang kedua ini kayaknya rasanya lebih tenang, mungkin karena rentetan upacaranya sudah selesai (walaupun belum bener-bener selesai soalnya masih ada memukur, tapi waktunya tidak mengikat, bapak sabar ya). dekmang gak ikut biar di rumah aja nemenin mama. nah tapi kalau ditinggal sendiri itu dinda suka mikirin banyak hal, jadi dinda sering nangis. kadang dinda pingin nangis yang kenceng sekali. dinda pingin diem aja dan nangis sampai selesai. terus dinda juga capek sekali sebenarnya, masa udahlah abis ditinggal bapaknya, tapi masih harus tetep kerja, tetep fisio, tetep bikin tesis. kapan sedihnya kalo begini. rasanya dinda ga pernah merasa tuntas gitu sedihnya. jadi maunya dinda hold dulu tesisnya, karena bener-bener ga kepegang dari abis liburan semester. dinda bilang juga ke temen dinda kalo dinda capek. tapi temen dinda semangatin dan bilang coba kerjain pelan-pelan aja, coba bilang ke pak farizal (dosbing dinda). akhirnya dinda coba dateng ke depok untuk bilang ke pak farizal, dinda minta maaf juga karena lama gak bimbingan dan ceritain kondisi dinda. ternyata pak farizal pengertian dan suportif sekali, jadi dinda tetep lanjutin tesis dinda sampai selesai.
di tengah rutinitas dinda kerja, fisioterapi, dan bikin tesis, ada jeda waktu untuk dinda istirahat dan refreshing waktu libur lebaran. kalau libur lebaran itu pasti disempatkan untuk longtrip ke les, jadi di libur lebaran ini juga gitu, dan lewat bedugul jadi dinda baru pertama kali ngelewatin shortcut-shortcut yang baru itu. walaupun excited karena rute perjalanannya beda, tapi tetap ada yang kurang karena biasanya sama bapak juga. tapi nggak apa-apa.
setelah itu dinda balik lagi ke karawang untuk menjalani hari seperti biasa. di weekend dinda biasanya ke depok atau salemba untuk bimbingan. dinda juga udah bisa naik motor lagi karena progress fisioterapinya cukup baik, dan pusing-pusing dinda juga jarang kambuh. jadi semua masih berjalan sesuai kemauan dinda. walaupun kadang sambil nangis kalau misal ada hal-hal yang bikin dinda inget sama bapak. terus di pertengahan juni ada 2 kabar baik, yang pertama dinda sudah berhasil di ujian tesis dinda. yang kedua adalah dekmang diterima kerja. yey selamat untuk kita semua yaa pak. karena dekmang diterima kerja dan harus ada pelatihannya di awal, jadinya dia balik lagi ke karawang supaya pelatihannya di karawang aja sebelum penempatan di akhir juli nanti.
sambil ikut pelatihan, ternyata dekmang pengumuman penempatan dan dapetnya di ambon. bingung kan pak?! sama dinda juga bingung. tapi ngga apa-apa karena anggap pengalaman baru aja dan bisa eksplor jadinya. karena dekmang udah kadung di karawang jadinya berangkat ke ambonnya dari soetta. nah karena jauh sampe ke ambon, mama sama blide jadinya dateng ke jakarta untuk nganter dekmang ke bandara untuk menuju ambon. mama agak mellow sedikit, mungkin karena anak bungsu ternyata sudah kerja sekarang, dan kerjanya jauh. tapi pasti lebih besar rasa bangganya, bapak pun juga gitu punya rasa bangga yang besar ke dekmang kan.
kemudian hari-hari berjalan seperti biasa. karena dinda sudah lulus ujian tesis, kegiatan dinda pun selain kerja diisi dengan revisi dokumen tesis, persiapan yudisium, dan persiapan wisuda. dulu waktu dinda keterima s2, dinda bilang siap-siap nanti 2 tahun lagi mama sama bapak ke depok untuk menghadiri wisuda. nggak terasa ternyata waktu berjalan cepat dan sudah sampai di momen ini. sedih karena bapak nggak ikut, tapi semoga bapak seneng juga liat dinda wisuda ya. dinda wisuda selain ditemani mama dan blide, juga ada cokwin dan yoni yang ikut ke depok. teman-teman dinda dari karawang juga ada yang dateng untuk kasi bunga. dinda juga pakai kebaya bagus dan banyak ambil foto yang bagus-bagus. dinda juga bawa foto bapak karena dinda pingin wisuda ditemenin mama dan bapak, hehe.
nggak sampai satu bulan dari dinda punya ijazah s2, dinda memutuskan untuk ikut seleksi cpns untuk penempatan di bali. banyak hal yang dinda pertimbangkan, walaupun dinda sebenarnya senang-senang aja di karawang. tapi karena sudah 10 tahun merantaunya, mungkin ini saatnya dinda pulang, itu kalau direstui sama tuhan dan lolos. cukup niat dinda mempersiapkan untuk seleksi ini, di setiap waktu senggang dinda ikut tryout dan nonton penjelasan materi di youtube. karena restu dari tuhan, usaha dinda, dan doa dari mama dan bapak juga, dinda beneran lolos jadinya.
lolosnya dinda sebagai cpns ini sebenarnya ada senang dan sedihnya juga. senang karena akhirnya ada kesempatan untuk pulang dan bekerja di bali aja, tinggal di rumah sama mama. sedih karena harus resign dan pindah dari karawang. meskipun banyak teman dinda yang resign juga. tapi mungkin karena beda reason atau gimana ya dinda ngga tau juga, dinda sedih juga pas perpisahan dengan teman-teman di karawang. dinda sedih juga waktu berpisah dengan tim fisioterapi di mandaya, yang sudah jadi bagian dari rutinitas dinda di 1.5 tahun terakhir ini. dinda belum sembuh total sih sebenarnya pak, tapi sudah jauh lebih baik dari waktu itu.
pindah ke bali, banyak sekali hal baru yang dinda gak terbiasa menjalaninya. aneh ya pak? padahal ini kan tempat asal dinda. mungkin karena dinda merantau itu di umur dinda berkembang jadi dewasa dan ambil keputusan sendiri untuk hal apapun. jadi di umur segitu bukan bali yang dinda eksplor. rekening pertama dinda buka di jogja, ngurus sakit dan apapun semua di jawa. dinda terbiasa dengan segala hal di jawa, sehingga dinda bingung sama kebiasaan disini. dinda juga banyak ngga tau tempat-tempat baru, ingatan dinda ke-freeze di 10 tahun lalu. misal dinda taunya di jalan A ada cetak pasfoto, ternyata udah ngga ada. atau dinda taunya disini ada yang jualan soto, ternyata ngga. jadi ya begitulah.
dinda juga ada bingungnya karena dinda kebiasa 10 tahun tinggal sendiri, sekarang dinda tinggal sama banyak orang. biasanya keputusan apapun ya cuma untuk dinda aja, misal mau makan apa atau taruh laundry atau lainnya. sekarang dinda harus mempertimbangkan anggota keluarga di rumah. aneh nggak pak? bingung sebenarnya ini aneh apa enggak. tapi di internet bilang emang bisa kayak gitu. tapi dinda senang sama kehidupan sekarang. tinggal sama mama dan ada peliharaan anjing-anjing juga. oh iya dinda lupa bilang, di hari-h bapak pergi itu ada anjing liar yang dateng ke rumah dan gak mau pergi, jadi kita pelihara. anjingnya cewek kecil namanya cici ^.^
sebenarnya pak, dari dinda pindah di bulan februari itu, dinda nggak langsung kerja karena SK nya belum keluar. sebagian besar waktu dinda habiskan di rumah. dinda baru aktif kerja di bulan september kemarin. bapak nyangka nggak ternyata punya anak yang jadi dosen lho?! dinda aja ga nyangka kok ujung-ujungnya jadi dosen. hahaha. astungkara semoga bapak dan mama bangga ya sama dinda. lika-liku menjadi dosen ini, yang paling terasa berat adalah perjalanannya. karena jauh sekali pak. dinda pp bisa 5 jam lebih. dinda juga banyak sekali menyesuaikan dengan hal baru, seperti ngajar di depan adik-adik ini, terus bikin materi, bimbing skripsi, nguji skripsi. tapi dinda selalu excited, dan dinda ceritain ke mama dan juga teman-teman di karawang. dinda juga ceritain sekarang ke bapak. semoga dinda bisa cepat adaptasi sama kerjaan baru dinda ya pak.
di momen-momen tertentu dinda kangen sama bapak sampe dinda nangis. kadang karena lagu random, atau makanan random, atau momen random aja. dinda sebenarnya gak tau sama sekali bapak apakah saat ini ada waktu luang untuk perhatiin dinda, atau di sana sedang melakukan hal lain, apakah selalu membantu langkah dinda atau gimana konsepnya, itu dinda gak tau. tapi apapun, semoga yang terbaik buat bapak, meskipun itu termasuk bapak mulai lupa sama dinda, ya dinda harap engga lupa dong. dinda juga sebenarnya takut mulai lupa sama bapak, misal mulai lupa gimana suara bapak, atau gimana gestur bapak, cara jalan bapak. takut sekali, jadi dinda kadang-kadang puter rekaman yang ada suaranya bapak, puter rekaman waktu take foto wisuda dekmang. walaupun cuma sebentar sekali rekamannya, tapi dinda jadi inget lagi oo gini ketawanya bapak, oo gini cara jalannya bapak.
sehingga nanti, kapanpun itu, misal dinda ketemu lagi sama bapak, bapak sambut dinda ya disitu, jangan lupa sama dinda. segini dulu update dari dinda, nanti dinda sambung lagi mungkin kalo dinda sudah punya anak dan bapak punya cucu pertama hihi. dadaa bapak.


0 comment(s):
Post a Comment