Hey teman-teman! Kali ini aku mau cerita tentang pengalaman pertamaku jalan-jalan ke Singapore, negara kecil yang penuh dengan kecanggihan teknologi. Jadi pada tanggal 2-4 Maret 2018 aku bersama temanku Okta, super nekat kesini berdua aja tanpa takut hilang. Aku jalan-jalan ke Singapore selama tiga hari dengan budget yang (kami rasa) minimal. Semoga cerita dan tips-tipsku kali ini menginspirasi kamu juga buat traveling low budget dengan nekat ke Singapore, ya.
WHAT SHOULD YOU PREPARE
1. Plane tickets + place to stay
Pesan tiket jauh-jauh hari sebelum berangkat karena akan
menghemat banget. Pesan juga hotel yang sesuai budget kamu. Jangan lupa baca
review orang-orang yang pernah menginap di hotel yang mau kamu pesan, karena
itu membantu banget. Usahakan cari hotel yang strategis―walaupun dia tidak
terlalu dekat dengan tempat-tempat wisata, dekat dengan bus stop/MRT station
udah lumayan banget loh. Oh iya, jangan lupa pertimbangkan tempat makan, karena
kalau hotelmu dekat dengan tempat makan, itu akan lebih memudahkan lagi.
2. Your own itinerary
Karena kamu tidak punya tour guide atau semacamnya, kamu
perlu susun itinerary kamu sendiri. Disana kamu mau kemana aja, ngapain aja,
abis dari sini kemana, spend waktu berapa lama tiap tempatnya. Traveling yang
terorganisir akan memudahkan kamu banget. Jangan lupa, include juga waktu
travel dari satu tempat ke tempat lainnya, misal setelah dari tempat A kamu mau
ke tempat B, tulis juga waktu tempuh dari tempat A ke tempat B berapa, spare
juga beberapa menit tambahan just in case kamu bingung/tersesat/ada kendala
lain yang membuat itinerarymu ngaret.
3. Public transportation guide
Ini adalah salah satu kunci penghematan dari traveling
low budget guis. Kamu harus ngerti gimana caranya baca maps dan lain-lain. Kamu
juga bisa kok prepare public transportation apa yang mesti kamu naikin untuk
mencapai tujuan tertentu, jauh-jauh hari sebelum kamu berangkat, dengan mempercayakan
pada Google Maps *yippi*. Kamu tinggal input tempat asal dan tujuan kamu, lalu
klik pilihan transportasi umum, lalu muncul deh kamu harus naik apa dan turun
dimana, bahkan kalau kamu harus ganti-ganti bus/MRT, ada juga lengkap disana~
WHERE I STAY
Selama trip ini, kami menginap di Hotel 165, KitchenerRoad, karena setelah aku hitung-hitungan dengan teman aku, hotel ini sesuai
dengan budget kami, dan dengan harga yang beda-beda tipis dengan bunkbed hostel
di sekitarnya, di Hotel 165 kita sudah mendapat kamar pribadi, yay. Hotelnya
emang hotel low budget, jadi jangan harap kamu akan mendapatkan lebih dengan
harga yang kamu bayar. Kalau aku sih selama kasurnya empuk, kamarnya bersih,
kamar mandinya bersih, ada air panas, ada AC, ya udah lebih dari cukup. Oh iya,
TV di Hotel 165 udah smart TV loh, jadi kalau kamu tidak sreg sama channel
TVnya, kamu bisa Youtube sepuasnya. Aku baca di review katanya ACnya central
jadi nggak bisa dimatiin dan dingin banget―ini bener. Review orang juga bilang
resepsionisnya judes―menurut kami sih selaw-selaw aja, respon resepsionisnya
saat kita nelpon-nelpon kalau ada masalah sih oke, dan saat kami tanya-tanya jalur
MRT dia juga menjawab dengan senang hati. Terus… Hotel 165 ini menurutku
strategis banget, karena diseberangnya ada mall. Iya mall. Dan dibawah mallnya…
ada stasiun MRT. Di bawah hotelnya juga ada kayak foodcourt gitu, yang jual
nasi padang, nasi campur, nasi india. Jadi urusan makan, gampang lah. Oh iya,
di belakangnya ada Mustafa Centre dan Little India. Jadi kalau mau kesana tinggal
jalan kaki saja.
MY 3 DAYS ITINERARY
DAY 1: ARRIVING-PERANAKAN HOUSE-SENTOSA-ORCHARD
Touch down Singapore sekitar jam 12:15 (local time),
kami langsung membeli Singapore Tourist Pass, untuk 3 Days Pass harganya
SGD30―termasuk deposit SGD10 yang akan dikembalikan saat kita menyelesaikan penggunaan
tourist pass kita. Tourist pass ini bisa digunakan untuk pembayaran MRT dan bis
sepuasnya, sejauh apapun dan transit sebanyak apapun. Worth banget kan.
Setelah
mengantri mengurus ini-itu di Changi, kami pun berangkat menuju tujuan pertama kami,
Peranakan House di Koon Seng Road. Dari Changi, kita naik MRT menuju Eunos
Station, kemudian dilanjutkan berjalan kaki yang lumayan jaraknya.
Setelah puas foto-foto di Peranakan House yang super
lucu, kami pun melanjutkan perjalanan ke Hotel untuk siap-siap menuju ke
Sentosa Island. Kami juga menyempatkan untuk makan di foodcourt di bawah hotel,
harganya rata-rata SGD5-7. Setelah makan, kami pun berangkat dengan MRT menuju
Harbour Front, kemudian lanjut menuju Sentosa menggunakan Sentosa Express
Vivocity, tiketnya SGD4. Nah dengan Sentosa Express Vivocity ini, perjalanan
dibagi menjadi 3 stop. 1st stop―Universal Studios, Casino, dll. 2nd
stop―ada Indoor Skydiving, patung Merlion yang gedee banget, dll. 3rd
stop―ada pantai~
Setelah menghabiskan banyak waktu di Sentosa, kami pun
pergi ke tujuan selanjutnya yaitu Orchard Road. Dari Vivocity kita naik bus
menuju Orchard Road, naiknya dari halte Opp Vivocity (opposite, jadi harus
nyeberang) menuju Lucky Plaza. Hmm karena toko-toko di Orchard tidak ramah di
kantong, jadi kami hanya jalan-jalan saja deh.
DAY 2: LITTLE INDIA-MERLION-HAJI LANE-CHINATOWN-BUGIS
STREET
Morning! Hari ini kami bangun pagi-pagi sekali karena
tiap detik tidak boleh disia-siakan. Tujuan pertama kami yaitu Little India
yang terletak di belakang hotel kami. Kami mengunjungi Sri Veeramakaliamman Temple,
pura tempat pemujaan oleh umat-umat keturunan India. Tak lupa kami juga berdoa
pada Dewa-Dewi supaya kehidupan kami dimudahkan dan kami juga tambah pintar o:)
Saat kami kesana, puranya sangat ramai dikunjungi oleh umat, mungkin mereka
selalu menyempatkan diri untuk berdoa sebelum memulai aktivitas.
Setelah berdoa like a local, kami pun menuju mandatory
spot in Singapore: Merlion! Kali ini kami tidak menggunakan MRT tapi
menggunakan bis saja. Di Merlion Park ramai sekali, banyak orang Indonesianya hahaha.
Disini kamu juga bisa melihat langsung Marina Bay dan lain-lain loh. Tapi
karena hari Sabtu dan sangat ramai, kami agak susah deh foto-fotonya.
Kami pun kemudian melanjutkan perjalanan ke Haji Lane
untuk melihat mandatory spot lainnya: Grafitti di Haji Lane dan Sultan Mosque.
Kami menuju kesana juga dengan menggunakan bis. Disini juga rame jadi fotonya
antri gitu tapi gapapa sih lucu.
Setelah puas berfoto disana, kami pun melanjutkan
perjalanan untuk makan siang di Don Dae Bak Restaurant, yang letaknya di
sekitar Chinatown. Jadi secara tidak langsung kami pun menuju ke Chinatown
untuk melihat-lihat sekalian makan siang. Kami memutuskan untuk makan kesini
karena banyak review yang bilang ini tuh Korean BBQ yang wajib coba gitu, terus
direkomendasiin sama LadyIronChef
juga dan bahkan dapet Best Korean Restaurant Award dari hungrygowhere. Emang agak lumayan sih harganya, SGD19.90 untuk BBQ
Buffet (excl.tax) tapi rasanya enak banget, terus makan sepuasnya, dan kenyang
sampe malem. Daebak lah buat Don Dae Bak.
Agenda kami selanjutnya setelah dari Don Dae Bak
sebenarnya adalah… Nonton Konser EXO―The ElyXiOn in Singapore HEHEHE. Tapi aku
skip ya hehehe. Setelah dari konser, tujuan terakhir kami pun Bugis Street
untuk lihat-lihat, nyoba-nyoba streetfood, dan belanja oleh-oleh. Di Bugis juga
ada banyak mall yang lebih affordable dari Orchard―just in case kamu mau
belanja-belanja lucu. Kami ada beli yang macemnya kayak pokpok apa shihlin gitu di Bugis, tapi dikasih bumbu gitu enak banget padahal random aja kan belinya, eh ternyata setelah kami browsing-browsing ternyata si ayam itu salah satu yang wajib dicoba di Bugis! Untung ngga salah beli. Setelah itu kami pun kembali ke hotel untuk beristirahat.
DAY 3: NASI LEMAK-LEAVING
Hari terakhir di Singapore :( Hari ini aku
juga bangun pagi-pagi karena flight ke Bali jam 12 siang. Pukul 7:00 aku sudah
keluar hotel untuk mencari sarapan, dan ternyata masih gelap kayak jam 5.
Kami pun awalnya ragu buat nyari sarapan karena masih
gelap, untungnya di belakang Mustafa Centre ada foodcourt yang sudah buka. Kami
pun memutuskan sarapan Nasi Lemak yang ditemani teh tarik hangat. Pertama kali
makan nasi lemak aku kira rasanya kayak nasi uduk, ternyata rasanya kayak…
lemper. Awalnya lidahku bingung menyesuaikan rasaya, tapi ternyata setelah
ditemani ayam dan sambalnya, rasanya jadi enak dan rasa-rasa lempernya nggak
terlalu kuat lagi.
Setelah breakfast lucu, kami pun kembali ke hotel untuk
bersiap-siap. Sekitar pukul 9:00 kami pun checkout dan berangkat menuju Changi dengan menggunakan MRT.
Till we meet again, Singapore! Semoga bisa kembali lagi yaa.
Salam luchu,






0 comment(s):
Post a Comment